joolid.com

Situs Bacaan Menarik Untuk Millennials Hingga Gen Z

Apa Itu Schadenfreude? Sisi Gelap yang Dimiliki Setiap Orang!

Yuk cari tau apa itu schadenfreude! Istilah yang jarang orang lain ketahui namun hampir semua orang pernah melakukannya!

Apakah schadenfreude normal?
pict by drprem.com

Joolid.com – Jika kamu melihat sahabat kamu lebih sukses karirnya dibanding kamu, kira-kira apa nih yang kamu rasakan? Ikut senang atas pencapaiannya atau justru muncul perasaan tidak suka dan iri?

Merasa iri atas keberhasilan orang lain memang wajar dan normal dirasakan setiap orang. Bahkan sudah menjadi rahasia umum jika banyak orang justru lebih suka melihat orang lain menderita dibanding harus melihatnya bahagia.

Jika kamu tidak suka melihat kebahagiaan orang lain dan anehnya kamu malah merasa senang ketika melihat orang lain menderita, kemungkinan besar kamu mengalami perasaan yang dinamai dengan schadenfreude.

Dianggap sebagai istilah lain dari iri dengki atau kebalikan dari simpati, berikut definisi schadenfreude yang hampir dimiliki oleh setiap orang!

Apa Itu Schadenfreude?

Apa Itu Schadenfreude?
pict by cpamoms.com

Schadenfreude merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Jerman yang terbentuk dari kata schaden yang artinya “merugikan” dan freude yang artinya “kegembiraan”.

Jadi schadenfreude bisa diartikan sebagai sebuah perasaan bahagia saat melihat orang lain celaka atau dalam keadaan kesusahan. Istilah ini sangat berkaitan dengan gluckshmerz.

Gluckshmerz sendiri terbentuk dari dua kata yaitu gluck “beruntung” dan schmerz “penderitaan. Sehingga Gluckshmerz dapat diartikan sebagai perasaan menderita diatas kebahagiaan orang lain. Sederhananya, kamu tidak suka melihat orang lain merasa bahagia. Ketika orang lain bahagia, kamu akan merasa tersakiti.

Kedua istilah tersebut yang saling berkaitan dan sama-sama terbentuk dari reaksi rasa iri yang menyakitkan. Reaksi ini timbul ketika seseorang merasa cemburu dengan kebahagiaan atau kegembiraan orang lain.

Faktor yang mempengaruhi munculnya schadenfreude

Faktor yang mempengaruhi munculnya schadenfreude
pict by fisher.osu.edu

Ada beberapa faktor yang memicu munculnya reaksi rasa iri ini. Faktor-faktor tersebut dipengaruhi oleh sisi psikologis diantaranya :

  • Self esteem yakni sebuah pikiran, perasaan, dan pandangan seseorang atas diri mereka sendiri
  • – Rasa putus asa dan insecurity karena harga diri dan kepercayaan diri yang rendah
  • Envy yakni adanya rasa iri hati dan juga kecemburuan
  • Resentment yakni adanya kebencian
  • Sadistic, dimana seseorang tidak mengenal rasa belas kasihan hingga muncul kepuasan saat menyakiti seseorang
  • – Rendahnya empati
  • Misfortune yakni menganggap kalau kemalangan orang lain layak untuk menimpa orang tersebut
  • – Adanya ketidak adilan yang dirasakan
  • – Adanya perasaan berhak atas kondisi tertentu
  • – Kurangnya rasa syukur

Emosi ini kerap kali muncul meskipun kita tidak pernah memiliki niatan untuk cemburu dengan pencapaian orang lain. Bahkan tanpa pernah disadari, kamu mungkin merasa tersaingi dan iri terhadap kemampuan atau keberhasilan orang lain. Maka ketika kamu mendengar kabar bahwa orang tersebut sedang tertimpa kemalangan, maka hal itu akan terdengar seperti sebuah kabar baik untuk kamu.

Jenis-jenis schadenfreude

Faktor yang mempengaruhi munculnya schadenfreude
pict by news.ubc.ca

Terdapat tiga jenis schadenfreude yang masing-masing dipengaruhi oleh situasi dimana seseorang merasakan rasa iri, antara lain :

1. Schadenfreude berbasis agresi

Yang pertama ada schadenfreude berbasis agresi, maksudnya adalah kegembiraan mengamati penderitaan orang lain yang dapat meningkatkan atau memvalidasi status kelompok mereka sendiri. Jenis ini erat kaitannya dengan kelompok yang saling bersaing.

2. Schadenfreude berbasis rivalitas

Kemudian ada schadenfreude berbasis rivalitas. Jenis berbasis rivalitas lebih bersifat individualistis dan terkait dengan kompetisi antar pribadi. Pada situasi ini, schadenfreude akan muncul dari keinginan manusia untuk menonjol dibanding orang lain.

Jadi ketika orang lain mengalami kemalangan, maka hal tersebut akan memunculkan kesenangan pada diri kita. Apalagi jika kemalangan tersebut terjadi pada orang yang tak kita sukai.

3. Schadenfreude berbasis keadilan

Sementara schadenfreude berbasis keadilan adalah perasaan senang yang muncul karena adanya pandangan bahwa perilaku yang dianggap tak bermoral atau buruk, maka pantas dihukum.

Kesenangan ini terjadi ketika orang yang dianggap jahat harus menerima ganjaran. Schadenfreude tipe ini membuat seseorang merasa keadilan telah dipulihkan.

Bentuk-bentuk schadenfreude

Faktor yang mempengaruhi munculnya schadenfreude
pict by indulgexpress.com

Dikehidupan sehari-hari, schadenfreude ini sangat sering terjadi dan mudah ditemukan baik di dunia nyata ataupun maya. Ada orang yang terang-terangan menunjukkan ketidak sukaannya atas pencapaian orang lain, dan ada juga yang menutupinya dengan senyum tapi membicarakan hal buruk tentang orang lain dibelakang.

Namun pada dasarnya, schadenfreude ini umumnya ditunjukkan dalam 3 bentuk diantaranya :

1. Tertutup dan terbuka

Seseorang yang menunjukkan bentuk schadenfreude tertutup biasanya masih bisa menahan perasaan senangnya ketika menyaksikan teman atau orang lain yang diirikannya tertimpa musibah. Namun rasa senangnya masih bisa terlihat dari senyuman dan perasaan yang seakan menikmati penderitaan orang lain.

Sedangkan seseorang yang menunjukkan bentuk schadenfreude terbuka biasanya akan langsung mengungkapkan perasaan senangnya dengan tertawa terbahak-bahak.

2. Ejekan

Berikutnya adalah dalam bentuk ejekan. Banyak orang suka mengejek orang lain meskipun niatnya hanya sekedar untuk bercanda. Misalnya mengejek gaya rambut teman, gaya berpakaian, atau mungkin mengejek bentuk tubuh teman. Mungkin ejekan tersebut terdengar lucu dan membuat kita tertawa terbahak-bahak, padahal hal tersebut belum tentu lucu di telinga orang tersebut. Mengejek tentu bukan hal yang baik, namun sayangnya kita justru tertawa dan senang saat mengejek ataupun mendengar seseorang diejek.

3. Ironi dan sarkastik

Yang terakhir ada schadenfreude dalam bentuk ironi dan sarkastik. Bentuk ini bisa dibilang paling tidak menunjukkan rasa simpatik. Biasanya perilaku ini ditunjukkan dengan menyalahkan seseorang yang sedang ditimpa kemalangan.

Misalnya saja ditunjukkan dalam kalimat seperti “salah sendiri, siapa suruh pakai pakaian mini begitu, jadi korban pelecehan kan!” Contoh kalimat seperti itu, tentu bukan hal yang tepat untuk ditujukan pada orang yang tengah mengalami kemalangan.

Meski niatnya ingin menasehati, namun dengan mengucapkan kalimat tersebut, maka tanpa kita sadari, kita telah melakukan schadenfreude.

Apakah schadenfreude normal?

Apakah schadenfreude normal?
pict by drprem.com

Memiliki perasaan schadenfreude tentu terdengar sangat jahat, namun nyatanya emosi merupakan respon yang manusiawi dan banyak dirasakan oleh orang-orang.

Namun dalam beberapa kasus, reaksi rasa iri yang berlebihan dan tidak dapat dikontrol bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih berbahaya. Bahkan semakin sering melihat orang lain susah dan semakin mudah merasakan senang ketika melihat orang lain dalam kesusahan bisa menunjukkan adanya kecenderungan psikopatik, yang menghalalkan segala cara, dengan tanpa rasa menyesal membuat orang lain mendapat kemalangan.

Selain itu, gluckshmerz yang semakin sering dirasakan juga dapat membuat seseorang rentan mengalami depresi. Ini karena mereka terlalu sibuk memikirkan kesuksesan dan keberhasilan orang lain, sehingga membuat mereka hanya meratapi kemalangan diri sendiri.

Cara mengatasi schadenfreude

Apa Itu Schadenfreude?
pict by adisatufo.ba

Lantas bagaimana cara mengatasi schadenfreude? Meskipun tidak dapat dihilangkan 100% karena merupakan reaksi manusiawi. Namun ketika gejala ini muncul, ada baiknya kamu menenangkan diri sejenak. Jika tidak berniat membantu, cobalah untuk menjauh dari orang tersebut.

Dan yang lebih penting, belajarlah untuk bersyukur atas semua pencapaian yang sudah kamu capai selama ini meskipun masih jauh dari yang kamu impikan. Selain itu, cobalah untuk memposisikan diri kamu ketika menjadi mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Rasakan bagaimana rasanya ditertawakan ataupun diejek disaat kamu membutuhkan bantuan ataupun dukungan. Tentu sangat menyakitkan bukan? Maka dari itu, cobalah bersyukur dan tingkatkan rasa empati antar sesama agar tidak ada lagi rasa iri dengki di dalam hati.

Nah itu dia beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai schadenfreude. Bagaimana menurut kalian guys? Apakah selama ini kamu mengalami gejala ini tanpa disadari?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *