joolid.com

Situs Bacaan Menarik Untuk Millennials Hingga Gen Z

Penting! Para Ayah Harus Berhenti Lakukan Hal ini Pada Anak Perempuannya Sedini Mungkin!

Penting! Antara ayah dan anak perempuan harus ada batasannya! Jadi para ayah harus berhenti lakukan hal ini pada anak perempuan sedini mungkin!

Penting! Para Ayah Harus Berhenti Lakukan Hal ini Pada Anak Perempuannya Sedini Mungkin!
pict by bellybelly.com.au

Joolid.com – Kebanyakan anak perempuan pasti lebih dekat dengan ayah mereka, begitupun para ayah yang lebih menyayangi, melindungi dan menjaga anak perempuannya. Nggak heran jika banyak orang yang mengatakan bahwa cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya sendiri.

Namun perlu di ketahui, ternyata sedekat apapun ayah dan anak perempuannya, harus tetap ada batasan-batasan yang harus dijaga oleh para ayah terhadap anak perempuannya sedini mungkin lho!

Ini terkait dengan psikologis anak yang semakin hari akan mengalami perkembangan. Anak perempuan, harus diajarkan untuk mengembangkan otonomi tubuh mereka, menjaga privasi tubuh mereka dan memutuskan siapa yang akan menyentuh mereka dan kapan, dari usia dini.

Para ayah tidak bisa sembarang memeluk, mencium, bahkan mengelus-ngelus area tubuh anak perempuannya. Bahkan para ayah tidak seharusnya memandikan anak perempuannya walaupun sang anak masih balita. Beberapa batasan tersebut harus dilakukan sedini mungkin untuk menjaga psikologis anak perempuan sekaligus menghormati anak sebagai seorang perempuan yang nantinya akan tumbuh dewasa dan juga mengajari anak bertanggung jawab atas tubuh mereka sendiri.

Antara ayah dan anak perempuan harus ada batasannya, jadi para ayah harus berhenti lakukan hal-hal berikut ini pada anak perempuan sedini mungkin!

1. Tidur satu ranjang dengan anak perempuan

Mungkin hal ini terdengar sepele apalagi jika anak perempuan ayah masih bayi atau balita. Namun ketahuilah bahwa anak-anak idealnya sudah harus diajarkan untuk tidur sendiri sejak usia 2 tahun. Jadi meskipun diawal anak rewel, susah untuk tidur sendiri dan terkadang ada rasa tak tega dari orang tua, namun hal tersebut wajib di ajarkan pada anak perempuan sedini mungkin untuk membangun batasan kontak fisik antara ayah dan anak perempuan. Dan hal ini juga akan mengejarkan pada anak di masa depan agar tidak sembarang melakukan kontak fisik dengan seorang pria.

2. Mamandikan anak perempuan

Stop memandikan anak perempuan sedini mungkin! Ini hal yang paling sensitif dilakukan oleh para ayah. Meskipun niatnya membantu istri yang masih sibuk dengan kerjaan lain, lebih baik ayah membantu istri dengan mengambil kerjaan lain tersebut daripada memandikan anak perempuan. Seperti yang kita tahu, memandikan artinya ayah akan mengusap seluruh anggota tubuh anak, termasuk area sensitif anak perempuan sekalipun. Jadi lebih baik, biarkan ibu atau kakak perempuannya yang sudah mampu saja yang memandikan si kecil ya!

3. Melihat anak perempuan tanpa busana

Anak-anak kadang suka berlarian kesana-sini tanpa busana, khusus anak perempuan, para ayah tentu tidak boleh melihatnya, apalagi jika anak perempuan ayah sudah menginjak usia pra sekolah. Baik itu dirumah, di kolam renang atau di manapun, para ayah tidak boleh lagi melihat anak perempuan tanpa busana.

Mungkin sang anak belum memahami hal ini, maka dari itu, sebagai seorang ayah yang ingin melindungi putrinya, sudah seharusnya ayah memberikan pengertian pada putri ayah tentang menjaga privasi tubuh serta mengajarkan bahwa telanjang tidak boleh dilakukan di sembarang tempat apalagi didepan seorang pria.

4. Ganti baju di depan anak perempuan

Bukan hanya anak perempuan yang tidak boleh membuka baju dan bertelanjang di sembarang tempat. Para ayah juga tidak boleh sembarangan mengganti baju di depan anak perempuan. Hal tersebut dapat mengacaukan pemikiran anak tentang ajaran yang benar dalam menjaga privasi tubuh.

Aturan yang benar untuk berganti pakaian yang seharusnya diajarkan untuk anak adalah masuk kamar, tutup pintu, lalu ganti baju. Dan kegiatan itu tidak boleh dilakukan di depan orang lain. Jadi kalau ayah mengganti baju di depan anak perempuan, hal tersebut bisa membuat anak ayah berpikir bahwa ganti baju di depan orang lain itu adalah hal yang wajar. Selain itu, memang tidak semestinya ayah memperlihatkan anggota tubuh di depan anak perempuan.

5. Menepuk pantat anak perempuan

Saat anak perempuan ayah masih bayi, mungkin ayah sering menupuk pantat mereka ketika ingin menidurkannya, atau mungkin ketika ayah merasa gemas dengan anak perempuan ayah. Tapi hal tersebut harus mulai dihentikan ketika anak perempuan ayah memasuki usia pra sekolah. Ingat, anak ayah bukan lagi anak bayi, jadi sebisa mungkin batasi sentuhan fisik pada anak perempuan.

Ini karena pantat adalah salah satu area tubuh yang sensitif dan tidak boleh disentuh orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. Jadi ayah harus bisa mengajarkan pada putri ayah kalau pantat tidak boleh ditepuk oleh orang lain.

6. Mencium bibir anak

Perlu diketahui bahwa bibir merupakan area sensitif yang dapat membangkitkan gairah seksual anak, maka dari itu para psikolog mengimbau agar para orang tua tidak lagi mencium bibi sang anak terutapa anak yang telah menginjak usia pra sekolah.

Jika orang tua memiliki kebiasaan mencium bibir anak sebagai bentuk kasih sayang, maka anak jadi tidak mengerti batasan privasi tubuhnya sendiri, padahal bibir adalah area pribadi yang tidak boleh disentuh oleh sembarang orang.

Seiring bertambahnya usia, bisa jadi anak dengan mudah memperbolehkan orang lain untuk mencium bibirnya. Atau mungkin sebaliknya, anak ayah yang melakukan itu pada orang lain. Sebagai gantinya, ayah atau para orang tua bisa mengekspresikan rasa kasih sayang ayah pada anak perempuan dengan mencium pipi, dahi ataupun tangan mereka saja.

7. Body shaming

Satu lagi yang haram di lakukan ayah untuk anaknya adalah body shaming. Bahkan bukan hanya ayah, ibu juga tidak diperbolehkan untuk melakukan body shaming kepada anak-anaknya, baik anak perempuan maupun laki-laki.

Body shaming sendiri termasuk jenis bullying verbal yang dapat mempermalukan orang lain. Body shaming yang dilakukan orang tua pada anak dapat memberikan dampak buruk pada anak-anak. Mulai dari kecemasan sosial, gangguan makan, menarik diri dari keramaian hingga depresi bisa dialami oleh anak ketika mendapat hinaan fisik dari orang tua.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari telah melakukan body shaming pada anak mereka sendiri. Perlu para orang tua ketahui bahwa, sering memanggil anak dengan sebutan seperti si gendut, si gembrot, si pesek, atau si hitam walau tujuannya hanya untuk bahan candaan juga termasuk ke dalam salah satu bentuk body shaming pada anak.

Jadi, jangan pernah melakukan body shaming pada anak khususnya anak perempuan, karena anak perempuan biasanya jauh lebih sensitif dalam menanggapi segala bentuk komentar tentang tubuh mereka.

Nah itu dia hal-hal penting yang perlu ayah batasi dan hentikan untuk dilakukan pada anak perempuannya. Selain hal-hal di atas, banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang ayah untuk mengungkapkan rasa kasih sayang pada anak perempuannya. Mulai dari mengobrol bersama, selalu ada setiap anak membutuhkan, memberikan semangat, memuji dan masih banyak lagi. Jadi belajarlah menjadi ayah yang bijak dan pelindung bagi putra putrinya ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *