joolid.com

Situs Bacaan Menarik Untuk Millennials Hingga Gen Z

Mengenal Platform OnlyFans Dan Cara Kerjanya

Yuk cari tahu, apa sih sebenarnya platform OnlyFans dan kenapa platform tersebut bisa datangkan cuan yang banyak untuk penggunanya?

Mengenal Platform OnlyFans Dan Cara Kerjanya
pict by logos-world.net

Joolid.com – Belakangan ini, platform OnlyFans menjadi viral dan trending di berbagai media sosial setelah seorang konten kreator bernama Dea ditangkap oleh pihak berwajib lantaran menjual foto dirinya di platform tersebut. Hal itu membuat banyak orang mulai penasaran dan ingin tahu mengenai platform bernama OnlyFans tersebut.

Apalagi diketahui fakta bahwa platform OnlyFans ini sebenarnya bisa diunduh di AppStore dan Play Store, hanya saja pengguna di Indonesia tidak bisa mendapatkannya lantaran tak tersedia.

Lantas, platform OnlyFans itu sebenarnya apa sih? Kenapa di Indonesia tidak tersedia dan penggunanya bisa sampai di tanggkap oleh pihak berwajib? Agar tidak penasaran, ada baiknya kita cari tahu apa itu platform OnlyFans dan bagaimana cara kerjanya. Simak ulasannya berikut ini!

Apa itu OnlyFans?

OnlyFans sendiri merupakan sebuah platform berbayar yang berbasis di London, Inggris dan telah dirilis sejak tahun 2016 lalu. Platform ini didirikan oleh Timothy Stokley dan mulanya hanya sebuah aplikasi yang mirip seperti media sosial lainnya hanya saja bersifat berlangganan, di mana pengguna dapat menjual atau membeli konten orisinal.

Perlu diketahui bahwa untuk dapat menikmati konten dari kreator di platform ini, kamu harus membayar biaya berlangganan bulanan sekitar kurang lebih US$4,99 hingga US$49,99, atau setara dengan Rp 71 ribu sampai Rp 717 ribuan (kurs Rp14.343).

Semenjak pandemi COVID-19, platform satu ini semakin populer bahkan banyak konten kreator yang mulai menjual karya foto mereka di platform OnlyFans ini. Bahkan banyak kalangan public figur seperti selebgram, penyanyi, aktris, hingga petenis diketahui telah bergabung dengan platform ini untuk menjual konten mereka di OnlyFans.

Menjadi pusat konten berbau dewasa

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, semenjak pandemi COVID-19, platform OnlyFans memang semakin populer, namun kepopulerannya tersebut justru mengacu ke hal-hal berbau dewasa. Salah satu penyebabnya adalah karena sejumlah tempat hiburan dewasa ditutup semenjak pandemi. Sehingga para pekerja di tempat hiburan dewasa tersebut akhirnya memilih aplikasi ini untuk mencari peruntungan baru.

Jadi bisa dibilang jika saat ini, OnlyFans merupakan platform yang memungkinkan penggunanya untuk menjual konten-konten “dewasa” mulai dari foto hingga video yang terbatas untuk penggemarnya.

Digunakan banyak artis

Meskipun telah disematkan stereotype negatif pada platform ini. Namun banyak artis justru menggunakan platform ini untuk mempromosikan karya mereka. Beberapa diantaranya adalah Cardi B, Bhad Bhabie, DJ Khaled, Fat Joe hingga Tyga. Sejumlah artis ini menggunakan OnlyFans sebagai wadah berinteraksi dengan para penggemar, hingga membocorkan karya barunya lewat platform tersebut.

Sempat dilarang untuk membagikan konten berbau dewasa

Platform OnlyFans saat ini telah dikenal sebagai platform khusus dewasa, namun siapa sangka jika pihak OnlyFans sendiri sempat melarang penggunanya untuk mempromosikan konten berbau dewasa pada Agustus 2021 lalu.

Namun, larangan tersebut mendapat reaksi negatif dari para pengguna atau para kreatornya yang menggunakan platform tersebut untuk mencari nafkah. Karena hal tersebut pihak OnlyFans akhirnya membatalkan perubahan kebijakan itu.

Cara kerja OnlyFans agar kreator mendapatkan penghasilan

Dengan penjelasan diatas, sudah jelas jika para konten kreator OnlyFans mendapatkan penghasilan dari para pelanggan yang berlangganan konten yang diupload di platform tersebut. Nantinya para pelanggan ini akan dapat menikmati konten dari kreator yang diikuti setelah membayar biaya langganan.

Perlu diketahui bahwa konten yang disajikan di platform ini bersifat eksklusif. Untuk dapat menikmati konten, pelanggan perlu mendaftarkan akun dengan kartu kredit. Dimana kamu dapat berlangganan mulai dari harga US$12 atau sekitar Rp.170.000 per bulan.

Namun, biaya perbulan tersebut dapat berubah seiring dengan konten yang disajikan oleh para konten kreator. Untuk konten-konten tertentu, pelanggan bahkan harus membayar sekitar US$5 hingga US$50 atau sekitar Rp.71.000 hingga Rp.711.000 per bulannya.

Tak hanya itu, para konten kreator di platform ini juga dapat meraup penghasilan dari para pelanggan yang memberikan tip pada mereka dengan tujuan dapat mengenal lebih dekat sang kreator.

Dengan cara tersebut, tentu saja para konten kreator OnlyFans dapat menghasilkan cuan yang lebih besar dibanding platform lain seperti TikTok, Instagram atau bahkan YouTube.

Menariknya lagi, platform ini tidak membatasi para konten kreatornya dalam menjual karya diri mereka. Artinya pada konten kreator dapat memasang harga sesuka hati. Nggak heran jika banyak orang yang nekat menggunakan platform ini untuk mendapatkan cuan.

Nah itu dia sekilas mengenai platform OnlyFans yang tengah ramai dibicarakan saat ini. OnlyFans sendiri merupakan platform terlarang di Indonesia. Pihak Kominfo dan Internet Positif telah memblokir platform ini untuk wilayah Indonesia sehingga tidak bisa digunakan lagi oleh masyarakat Indonesia. Jadi jangan pernah menginstal apalagi menggunakan platform terlarang ini ya guys!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *